Setelah dinanti-nanti oleh seluruh fans Ghibli, pameran Ghibli terbesar di Dunia “The World of Ghibli Jakarta” akhirnya menyatakan telah menyelesaikan pengerjaannya 100% pada Rabu 30 Agustus 2017.

Gate utama untuk masuk ke pameran telah berdiri. Bentuknya seperti goa yang pada akhirnya menuju ke ruang pameran yang berisi scene dan obyek-obyek yang diambil dari film-film kenamaan Studio Ghibli. Pengunjung disambut oleh pembuat dan perancang Studio Ghibli yakni Hayao Miyazaki,Toshio Suzuki, dan Isao Takahata dengan menampilkan foto profile raksasa dan sepenggal cerita profil mereka.

Masuk lebih dalam, ada deretan poster-poster film Studio Ghibli dari awal hingga yang terkini.

Setelah ruangan poster, kemudian ada lorong berisi gambar meja serta tempat bekerja di studio Ghibli. Waktu sebelum pengerjaan ini selesai, beberapa Usher yang kamu tanyai mengatakan akan ada replika meja Hayao Miyazaki, ternyata hanya gambar saja, bukan meja 4 dimensi.

Kemudian ada scene 2 dimensi berisi penggalan film beserta deretan sketch asli yang di cetak ulang. Seluruh lorong dipenuhi oleh wallpaper yang berisi tentang dunia Ghibli. Di lorong ini pengunjung maupun media tidak boleh diperkenankan mengambil gambar.

Selesai menyusuri lorong, kita akan masuk ke dalam ruang trailer. Berisi seluruh trailer film Ghibli. Tapi sayang,tidak ada subtitle bahasa Indonesianya. Jadi bagi orang Indonesia, cukup mendengar dan melihat saja trailernya tanpa mengerti apa yang diucapkan.

Setelah ruang trailer, kita akan berjalan menanjak menuju ruang pameran 4 dimensi. Di sini pengunjung bebas berfoto.

Obyek yang telah selesai adalah Kota di film Laputa yang melayang. Bentuknya seperti lampu gantung yang terbalik. Dari tempat ini, kita bisa melihat keseluruhan pameran karena letaknya yang lebih tinggi.

Kemudian obyek yang telah 100% selesai adalah Kapal Mengapung Laputa. Kapalnya sangat besar sekitar 10meter. Rangka kayu yang ditutupi kertas berwarna cokelat digantung dengan crane agar mirip seperti aslinya di atas kota-kota dari fiber. Kapal ini terlihat begitu ‘hidup’ karena baling-baling dan lampu di dalam kapal yang menyala.

Untuk obyek yang ditunggu, yakni Hutan Putri Mononoke, sudah selesai dikerjakan. Menurut Usher yang bertugas, hutan ini telah selesai. Namun ketika kami coba masuk, ternyata tidak ada perubahan yang siknifikan. Hanya hutan yang dulu sebagai tempat menaruh barang-barang bangunan, kini telah bersih. Namun, dari keterangan yang kami dapat dari usher sebelum pengerjaan ini selesai, hutan akan diberikan proyeksi dari proyektor yang berisi tokoh-tokoh di film Putri Mononoke.

Meskipun begitu, semua tamu yang datang sangat menikmati pameran yang telah diklaim sudah jadi 100% ini. Panjangnya antrian untuk berfoto di rumah Totoro atau di Toko Roti Kiki, membuat suasana semakin meriah dan ramai.–Putri Soesilo

ghibli_IMG_1828
ghibli_IMG_1832
ghibli_IMG_1827