Pagi ini mungkin bukan pagi pertama dalam sejarah kerusakan sistem perkeretaapian. Commuter Line yang menghubungkan JABODETABEK, pagi ini Selasa (3/10) berhenti beroperasi karena kendala teknis pada pukul 7:40 WIB. “Kereta jurusan Jakarta Kota sampai saat ini belum dapat diberangkatkan” suara dari pengeras suara di Stasiun Pasar Minggu terus dikumandangkan. Penumpang pun resah. Jam masuk kantor pun sudah terlambat. Jadwal hari ini berantakan sudah.

Penumpang berhamburan keluar. Memutar otak untuk mencari transportasi lainnya.

Kedekatan warga Jakarta dengan moda tranportasi online menjadi pilihan nomer wahid untuk menerjang kemacetan Jakarta di pagi hari. Namun, sayang, aplikasi pun tak mampu menampung permintaan yang menggunung. Aplikasi error. Masih adakah jalan keluar lain? Jawabnya, ada. Warga Jakarta masih punya Transjakarta. Kita masih bisa bernapas.

Di luar panas. Di dalam dingin.

Bus pengumpan Transjakarta menjadi transportasi alternatif yang nyaman dan murah. Rute Pasar Minggu, Pancoran, Semanggi, Sudirman, sampai Tanah Abang. Membantu para penumpang untuk mencapai stasiun Transjakarta yang terdekat. Berdiri sebentar, tidak jadi soal. Bus ini melalui jalan khusus Transjakarta. Kita dapat lebih cepat sampai tujuan dan dapat mengurangi kemacetan Jakarta, walau sedikit.

Emergency Exit untuk kemacetan Jakarta

 

Jauh-Dekat Rp. 3.500. Pembayaran bisa menggunakan E-Money Mandiri atau uang tunai. Ya, kini Jakarta sedang menedukasi warganya menggunakan uang elektronik.

Jadi, inilah Emergency Exit dari kemacetan Jakarta. Transportasi Publik. Ini merupakan salah satu jalan keluar, tapi tentu saja pemerintah Jakarta harus terus bebenah diri untuk menyajikan pelayanan terbaik bagi warganya. Semoga tragedi kereta anjlok yang menyebabkan kereta berhenti total pagi ini tidak terjadi lagi.