oleh Komatsuka Nae

Zaman Tori-Edo ada di bawah kekuasaan Penasihat Tanuma Toritsugu.  Kozakura* Kohei dan anaknya, Kotaro, berlatih keras setiap hari dan sepanjang waktu. Mereka adalah pendekar pedang Kozakura Mucha Kucha Ryu (Aliran Acakadut ala Kozakura).

*Kozakura: Love Bird

w_inko_0_01_id
Kotaro mencoba jurus yang diajarkan ayahnya. Ia memusatkan kekuatan di perut sampai wajahnya merah padam.

w_inko_0_02_id
Gema suara yang keras dan bau kentut pun memenuhi seluruh ruangan.

“Wah-wah… Kotaro… ka-ka-kamu… salah konsentrasi…”

Bau kentut Kotaro membuat Kohei sang pendekar hebat pun mabuk.

“Ampun, Ayahanda!!”

w_inko_0_03_id
Kotaro disuruh keluar ke lorong.

“Aduh…. Jalan untuk menjadi pendekar pedang adalah jalan yang terjal dan berbatu…”

Setelah kembali dari toilet dan melewati dapur, ia mencium aroma yang sangat menggugah selera.
w_inko_0_04_id

*DANGO: kue yang terbuat dari tepung beras

Setelah yakin tidak ada orang di sekelilingnya, Kotaro mengambil dango yang ia idamkan itu. Tiba-tiba…!!

w_inko_0_05_id
Secepat kilat, ada yang memukul sayap Kotaro dengan OTAMA (sendok untuk mengambil kuah).

w_inko_0_06_id
Kemudian Kotaro pergi ke ruang tamu. Sambil makan dango dari jawawut, ia bergumam…

w_inko_0_07_id
TIBA-TIBA…

Sesuatu seperti burung raksasa yang belum pernah dilihat seumur hidupnya muncul dari laci meja tulis!
w_inko_0_08_id

Kotaro sangat terkejut sampai terjengkang. Karena ia seorang pendekar, ia langsung berdiri lagi dengan cepat.

w_inko_0_09_id
Kotaro menggigit burung raksasa dengan sekeras-kerasnya.

Burung raksasa pun kaget dan berteriak dengan suara yang keras.

w_inko_0_10_id
Kotaro langsung menaiki burung raksasa dengan sekuat tenaga.
w_inko_0_11_id

Saat Kotaro ndusel-ndusel ke burung raksasa, kepalanya tidak sengaja mengenai tuas si burung raksasa.

Burung raksasa pun berbicara “Ayo, kita bertualang dengan mesin waktu.”

Tiba-tiba tubuhnya bergerak seperti tertiup angin.

w_inko_0_12_id
Burung raksasa masuk kembali ke laci meja tulis bersama Kotaro yang berpegangan erat agar tidak terjatuh.

“Kotaro-san, ada apa, sih? Kok berisik? Sebentar lagi makan malam sudah siap, ya.”

Ibu Koharu mengintip ke ruang tamu, tetapi tidak ada siapa-siapa.

w_inko_0_13_id
Koharu menutup laci meja tulis dan berbicara sendiri.

“Ah, sudahlah. Kalau lapar, ia juga pasti akan kembali.”

Cerita petualangan Kotaro melintasi tempat dan waktu akan dimulai di edisi depan! HIAT!

Komatsuka Nae
Seniman pembuat keramik bermotif pinguin, burung parkit, dan terkadang kapibara. Setelah bekerja di keramik studio “Kiyomizu-yaki” di Kyoto selama 10 tahun sebagai perajin khas membuat gambar di atas tembikar, ia membangun studio keramik sendiri di rumahnya di Osaka, Jepang. Selain keramik, ia juga membuat gambar ilustrasi yang disukai banyak orang.