“Kita bagai sepasang sepatu. Selalu bersama tapi tidak pernah benar-benar bisa bersatu.” Begitulah pemikiran Tulus tentang kisah cinta yang tulus namun tidak berakhir indah. Sepasang sepatu tidak akan berguna jika keduanya melekat. Menurutnya, ini seperti cinta sepasang kekasih yang tidak akan bisa berjalan jika keduanya disatukan.

Kisah yang begitu dalam ini dituangkan ke dalam lagu berjudul “Sepatu” pada 2012. Lagu bergenre jazz pop ini dirilis di album kedua Tulus, Gajah, yang lahir pada 2014. Di album ini, “Sepatu” menjadi salah satu hits yang merajai radio-radio di Indonesia.

Seorang seniman asal Jepang, Hiroaki Kato, mengunggah video dirinya menyanyikan “Sepatu”. Tulus bertemu Kato melalui seorang teman. Hubungan keduanya terjalin baik. Mereka pun bekerja sama di tahun 2015.

Kato telah menerjemahkan beberapa lagu Tulus ke dalam bahasa Jepang. Namun, Tulus memilih “Sepatu” karena menurutnya sepatu dekat dengan budaya orang Jepang yang biasa berjalan kaki. Akhirnya, “Sepatu” direkam dalam bahasa Jepang.

Dalam versi bahasa Jepang, lagu ini diberi judul “Kutsu”. Meski Tulus tidak ingin perubahan banyak, 20% melodi awal berubah demi penyesuaian. “Saya tidak mau melodi ‘Sepatu’ jadi berubah, tetapi karena pakai bahasa Jepang, ada melodi yang dipanjangkan, ada pula yang dipendekkan,” ucapnya.

Di dalam lirik lagu versi bahasa Jepang, kata “sepatu” diganti dengan “shoes”, bukan “kutsu” seperti judulnya. Menurut Kato, “shoes” sudah cukup populer di Jepang dan pelafalannya pas dengan melodi. Bagi Tulus, bunyi “shoes sa” lebih mirip dengan “sepatu” dalam lagu versi bahasa Indonesia.

Pria yang menggemari sepatu merek Dr. Martens dan Converse ini mengakui bahwa ia mencintai Jepang, namun tidak sebesar ia mencintai Indonesia. Oktober 2015, ia pergi ke Hamamatsu dan tampil di Hamazo 10th Dai Kansha Sai. Ketika itu, “Kutsu” mendapat sambutan baik. Tulus juga membawakan sembilan lagu berbahasa Indonesia dan berbicara dalam bahasa Indonesia.

“Goals saya, orang-orang Jepang bisa menikmati musik Indonesia,” ujarnya. Tulus juga berencana membuat album berbahasa Indonesia dan Jepang. Ia berharap bisa menjadi ‘pintu pembuka’ untuk para musisi Indonesia merambah ke pasar Jepang. Menurutnya, Jepang dan Indonesia terkait erat dari sisi budaya dan kebiasaan.

[foogallery id=”4714″]

Video Klip Tulus-Sepatu