moko02
Halo, pembaca setia +62! Apa kabar? Semoga Anda selalu sehat dan bisa makan makanan yang rasanya dahsyat dan gawat, ya! Di edisi kedua ini, saya akan mengajak Anda untuk makan satai kambing. Eiits. bukan satai sembarang satai, bukan kambing sembarang kambing. Kali ini, Anda akan mendapatkan rekomendasi satai kambing dari orang yang tidak suka makan kambing. Penasaran, ‘kan? Langsung saja kita meluncur ke Sate Palmerah “Kim-Tek” Special!

Saya bukan penyuka, apalagi penggemar, daging kambing. Saya tidak bisa menerima bau prengus (bau khas kambing) yang selalu menempel di hidangan kambing. Suatu waktu, saat saya makan satai kambing, terpaksa saya melepehnya karena bau prengus yang sangat menyengat. Sampai saat saya menemukan Sate Kim-Tek, kini saya dapat bercerita bahagia tentang satai kambing.

Penampakan restorannya cukup sederhana, namun bersih dan nyaman. Tidak ada bau daging kambing yang menyengat seperti restoran satai kambing pada umumnya. Dengan interior yang didominasi warna putih, kesederhanaan itu menjadi kemewahan setelah pesanan satai has dan satai kambing biasa serta gulai kambing saya sampai di meja. Ya, saya juga memesan gulai kambing yang juga menjadi andalan di sini.

Kok, ada banyak macam satai, Mok? Ya! Di sini ada beberapa jenis satai kambing. Ada satai kambing biasa, satai has (daging paha bagian dalam), satai ginjal-jantung-hati, dan satai buntut kambing. Saya merekomendasikan Anda satai has dan satai kambing biasa. Kali ini, saya cuma dapat 8 tusuk satai has karena sudah habis. Namun, saya enggak sedih karena saya juga pesan 20 tusuk satai kambing biasa! Ha-ha-ha! Tak lupa, ada semangkuk gulai kambing!

Kita coba satai has kambingnya! Saya bisa bilang, ini makanan atau satai yang paling empuk yang pernah saya makan. Seempuk apa? Seempuk kalau kita bicara sapi wagyu. Rasa bumbunya pas, tidak terlalu manis karena diberi kecap. Bahagia!

Kalau sudah coba satai has kambing, jangan underestimate satai kambing biasa, dong. Satai kambing biasa yang tanpa lemak ini juga juara! Empuknya seperti kalau kita bicara soal kasur, ya, ini kasur King Koil. Empuknya juara, rasanya juara, tanpa lemak, jadi no worries kolestrol. Lanjut sampai tusuk terakhir!

Gulai kambingnya juga gila mantapnya! Tidak pernah saya temukan gulai kambing seempuk ini. Kuahnya pun tidak terlalu kental dan rasanya pas, tak perlu tambah apa-apa lagi. Ya, boleh juga kalau ditambah sambal sebagai tendangan terakhir yang pedas! Lengkap sudah!

Ada cerita tentang rahasia dari Sate Kim-Tek. Restoran yang sudah dikelola sampai generasi ketiga dari Kong (kakek) Kim-Tek ini masih memegang kualitas dagingnya. Pemasok dagingnya juga sudah 40 tahun. Jadi, pemegang restoran ini sudah di tangan cucu, Pak Yonatan. “Kami pakai kambing Jawa yang umurnya tidak lebih dari satu tahun dan tidak boleh di bawah 10 kg beratnya. Cara memotong dagingnya pun khusus. Kami pisahkan daging dan uratnya. Jadi, tidak bau, ‘kan?” ucap Pak Yonatan di tengah kesibukannya melayani tamu yang ingin pesan dan membayar di kasir.

Nah, sekarang tinggal Anda coba sendiri kelezatan dan keempukan satai kambing Kim-Tek ini. Semoga Anda juga berbagi cerita bahagia tentang satai kambing kepada teman-teman dan keluarga, seperti saya. Mau, ‘kan?
kimtek03
Harga:
Satai Has Kambing @Rp 10.000
Satai Kambing Biasa @Rp 6.000
Gulai Kambing @Rp 40.000

Sate Palmerah “Kim Tek” Special
Alamat: Jl. Panjang Pos Pengumben No.8A Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Tel: 021-5367 8354 / 22122980
Buka: 11.00 – 21.00 setiap hari.

#1 Bakso Aan