pada senja dia bercerita tentang malam yang dipadamkan pagi,
katanya kenapa tak ada yang abadi.
senja lalu berjanji menjelma abadi,
tapi matahari mendadak pergi,
lalu malam menggantikan senja,
lalu berjanji abadi.
tapi bukankah dia juga akan dipadamkan oleh pagi.

 
dscf1329
Saya telah menjadi kutu buku sejak kecil. Saya memiliki 4 adik perempuan. Ibu saya membelikan kami 2 buku per orang setiap minggu di hari Minggu. Berarti, total 10 buku. Saya meminta adik-adik saya untuk memilih buku yang saya suka. Ketika telah memiliki lebih dari 100 buku, kami membuka sebuah kafe kecil yang buka hanya di akhir pekan. Kami menata meja dan kursi di kebun kami. Salah satu adik saya membuat puding dan menjualnya kepada pelanggan yang datang. Pelanggan yang datang boleh meminjam buku-buku kami dan membawanya pulang. Jumlah pelanggan kian meningkat tiap minggunya dan itu membuat kami sangat senang. Namun, kami menghentikan kegiatan itu karena beberapa pelanggan tidak mengembalikan buku-buku kami yang mereka pinjam.

Di Universitas Indonesia, saya mengambil Jurusan Kriminologi. Kriminologi termasuk humaniora, ilmu sosial, psikologi, dan semacamnya yang terkait dengan manusia. Itulah mengapa jurusan ini lebih berguna dalam menulis cerita daripada hanya belajar ilmu sastra. Saya tidak tahu apa-apa tentang LGBT sebelum saya menulis Sanubari Jakarta. Namun, berkat kriminologi, saya belajar dan bisa membayangkan pikiran mereka lalu menuliskannya dalam skenario film.

Ilmu matematika juga berguna. Dalam menulis naskah horor, matematika benar-benar digunakan. Dalam menempatkan unsur-unsur horor, kita dapat menghitung segala sesuatu dengan cara matematika. Poin yang baik dalam menulis naskah horor adalah saya bisa menulis kapan pun tanpa memikirkan suasana hati saya saat menulisnya. Sebaliknya, saya mengalami kesulitan dalam menulis kisah cinta. Sekarang pikiran saya penuh dengan studi dan rencana bisnis baru saya dan tidak untuk cinta. Saya terus meminta pada manajer saya, “Tolong carikan pekerjaan menulis naskah horor!”

t0521ruey-murakami_feat9_1Murakami Haruki
Ia menyukai karya Murakami Haruki karena “Narasi yang tidak langsung sehingga memberikan kebebasan pembaca untuk berimajinasi.” Ia paling suka 1Q84. Ia membaca versi bahasa Inggris.

 

sanubariSanubari Jakarta
Kumpulan 10 cerita omnibus tentang LGBT. Buku ini sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi Anda bisa membeli versi e-book di website Toko Buku Gramedia (www.gramedia.com).

 

whatsapp-image-2016-09-21-at-3-42-18-pmTitik Temu Space
Jl. Gatot Subroto No.91F, Bandung
Tel: 0821-2666-3670 / 0813-1262-7415
Buka: 10:00-19:00
Hari Minggu dan hari libur nasional tutup.

Laila Nurazizah
Lahir di Bogor pada 1991. Akrab dipanggil Lele. Novel pertamanya, Memorabilla, ditulis saat ia masih duduk di bangku SMA dan diterbitkan pada 2010. Ia juga menulis naskah film Sanubari Jakarta yang bertemakan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender). Berkat film ini, topik tentang LGBT jadi dikenal luas di Indonesia. Film ini juga memicu beberapa diskusi tentang LGBT. Ia menulis berbagai macam skenario, mulai dari cerita horor sampai sinetron TV. Setelah lulus dari Jurusan Kriminologi di Universitas Indonesia, saat ini ia mengambil program master untuk Jurusan Manajemen Institut Teknologi Bandung. Di Bandung, ia memiliki sebuah galeri seni.

Portrait of Millennials Introduction