dscf1012Saya masih berumur 4 tahun ketika duduk di samping kemudi di mobil reli milik ayah. Ayah sangat jatuh cinta pada olahraga bermotor. Ia sangat senang ketika saya menjadi pebalap.

Bagi saya, mobil seperti rumah. Di sana, saya bisa merasakan kebebasan dan menjadi diri saya seutuhnya. Rasanya seperti ‘pulang ke rumah’ meskipun sedang di tengah balapan yang tersulit. Di sanalah tempat yang paling saya suka.

Saya tidak punya pebalap idola. Namun, ada pebalap hebat seperti Michael Schumacher dan Ayrton Senna yang sangat saya hormati. Mereka adalah target saya untuk memenangkan kejuaraan balap mobil.

Saya tidak akan puas sebelum saya mencapai kejuaraan F1. Setelah mencapai F1, saya tidak akan puas sebelum saya memenangkannya. Saya akan selalu ‘lapar’ dan memperbaiki diri saya. Saya mungkin seperti orang yang tidak pernah puas dengan diri saya sendiri.

 
dscf3454KFC
Slogan KFC Indonesia, “Jagonya Ayam”, sangat cocok sebagai sponsor Sean. Menu Paket Nasi (PaNas) adalah menu yang paling disukai pengunjung.

 
Sean Gelael
Lahir di Jakarta pada 1996. Pebalap GP2 yang menjadi anggota tim balap Campos Racing di Spanyol. Ia memulai balap dari balapan gokar saat berusia 9 tahun. Saat berumur 15 tahun, ia melakukan debut di F3 Eropa. Setahun kemudian, pada 2013, ia mendapat medali pertamanya sebagai pemenang ke-3 di Silver Stone Sircuit di seri F3. Pada 2015, ia melakukan debut di seri GP2. 2016, ia menempati urutan ke-2 di Spielberg Circuit di Australia. Saat ini, ia sedang mengenyam pendidikan di University of Bath di Inggris. Pada saat yang sama, ia juga menargetkan diri untuk menjadi seorang pebalap F1. Ayahnya adalah Ricardo Gelael, pemilik KFC Indonesia. Ibunya adalah Rini S. Bono, aktris.

Portrait of Millennials Introduction