dscf2264Ketika di Seattle, Amerika Serikat, saya mengambil 2 jurusan saat kuliah, yakni finansial dan pemasaran, sambil bekerja 7 jam per hari. Saya bekerja sebagai bellboy, koki, sopir bus, dan pekerjaan lainnya. Jika dihitung, ada 11 pekerjaan yang saya ambil saat itu. Saya sempat mengambil cuti kuliah satu tahun untuk bekerja 7 jam saat siang hari dan 8 jam saat malam hari, total 15 jam per hari. Jika musim panas, jam bekerja bertambah menjadi total 18 jam per hari. Saya bekerja begitu keras demi mendapatkan uang untuk kuliah dan hidup karena orangtua saya sudah tidak mengirimi uang.

Saya percaya kita akan menjadi orang yang lebih baik ketika sudah mengalami masa sulit di awal perjalanan hidup. Saya dulunya sombong. Jika ke restoran, saya berkata kepada pelayan, “Ayo, cepat!” dengan nada galak. Setelah saya mengalami bekerja di hotel dan mengalami hal yang sama, ucapan saya menjadi, “Tolong, dipercepat, ya,” dengan nada yang halus.

Setelah kembali ke Indonesia, saya memulai bisnis jam milik saya sendiri lalu merambah ke bisnis tas kulit sekitar 2 tahun lalu. Saya akan membuka cabang baru di daerah Dago, Bandung. Tokonya akan dua kali lebih besar dibandingkan toko di Jalan Ternate.

Saya suka tantangan. Hidup tanpa mimpi dan tantangan tak berarti apa-apa. Saya tidak mau menyesal saat tua nanti. Saya harus sudah melakukan ini dan itu. Kita bisa mencari lagi jika kita kehilangan uang, tetapi kita tidak bisa mengembalikan waktu.

Kesempatan bertemu seseorang dalam kehidupan adalah sangat langka dan berharga. Itulah mengapa kita harus menghormati setiap orang. Dengan hal itu, mereka akan mengingat kita. Kita tidak bisa membeli nilai kehidupan dengan uang.

Apakah Anda akan kembali ke Jakarta sekarang? Silakan (sambil membukakan pintu mobil dan menutupnya dengan hati-hati). Pintar, ‘kan? Itu karena saya sudah pernah menjadi bellboy yang bagus sebelumnya!

_dsf1787Gudang Jam
Menghadirkan berbagai macam jam dengan harga yang terjangkau.
Jl. Ternate No.29 / Jl. Riau No.18, Bandung
Tel: +62(0)22-423-7797 Buka: 10:00-21:00

dscf2223Winchester
Produk-produknya berupa tas kulit dan aksesoris yang didesain oleh Francisco. Menggunakan kulit asli, namun lebih murah daripada barang bermerek lainnya. Lokasinya sama dengan Gudang Jam.

Francisco
Lahir di Jakarta, 1986. Pindah ke Bandung bersama keluarga saat berusia 3 tahun. Ia pernah bersekolah di sebuah SMP di Singapura dan lulus dari Jurusan Manajemen di Seattle University, Amerika Serikat. Setelah kembali ke Indonesia, ia membuka toko jam bernama Gudang Jam dan membangun usaha produk kulit bernama Winchester.

Portrait of Millennials Introduction