_dsf1697Pertama ke Bali, saya berumur 3 tahun. Saya menonton tarian Calon Arang dan punya keinginan menjadi penari Bali. Namun, orangtua saya berkata, “Apa tidak terlalu dini memutuskan tentang kehidupanmu saat ini? Lebih baik lihat hal lain lebih banyak lagi.” Mereka membawa saya ke negara-negara lain selama 6 tahun, tetapi saya masih ingin menjadi penari Bali. Umur 9 tahun, saya mulai sering datang ke Bali dan mengambil kelas tari Bali.

Saya bertemu seorang koreografer dari Amerika Serikat. Ia berkata, “Maukah kamu datang ke Seattle dan bergabung dengan penampilan kami?” Di Seattle, saya menetap selama setahun dan pertama kali mengetahui tarian kontemporer. Saya tertarik dengan koreografinya.

Demi saya, orangtua memutuskan pindah ke Bali. Saya berlatih tarian Bali dengan giat. Saya sudah cukup bagus untuk menari di keraton di Ubud. Orang asing tidak boleh menari di sana, tetapi saya mendapatkan izin khusus. Banyak penari Bali iri pada saya dan saya mendapat pengalaman buruk. Saya pun berdiam diri di rumah selama setahun dan tidak bertemu siapa pun.

Saya memutuskan berkuliah di Institut Seni Indonesia (ISI), Bali. Saya bertemu Nyoman Sura. Saya mulai menari kontemporer dan mencoba koreografinya di acara-acara. Lulus dari ISI, saya mendapat lebih banyak pekerjaan untuk menari kontemporer.

Saya meninggalkan Bali selama 3 tahun dan menetap di Hakodate, Jepang. Bekerja sebagai koordinator program di salah satu organisasi pertukaran kebudayaan, saya merencanakan beberapa acara tari yang menyilangkan budaya. Di acara itu, penari amatir ikut serta. Saya bisa merasakan kekuatan seni. Meski tidak sempurna, seni punya kekuatan untuk menciptakan komunikasi.

Kini, saya kembali ke Bali. Saya merasa kehadiran seni di Indonesia lebih kuat daripada sebelumnya.

Jasmine Okubo
Lahir di Turki, 1987. Ibunya adalah seorang terapis dan ayahnya seorang pelukis. Mereka meninggalkan Jepang pada 1970-an dan mengadakan perjalanan ke berbagai negara bersama keluarga. Jasmine juga melakukan banyak perjalanan sebelum menetap di Bali. Pada 2005, ia menjuarai kompetisi tari Oleg Tambulilingan. Pada 2006, ia mengikuti audisi tari di program TV “Penari Indonesia” sebagai perwakilan Bali dan mendapatkan peringkat ke-2. Jasmine juga menciptakan koreografi untuk upacara pembukaan SEA Games 2011.

Portrait of Millennials Introduction