_dsf1527Penyebab saya tertarik menjadi pengiklan artis mungkin adalah pengaruh dari orangtua. Ibu saya adalah aktivis di sebuah organisasi nonpemerintah (NGO), tetapi juga seorang penulis puisi. Ayah saya adalah seorang videografer dan musisi. Melihat keduanya, saya selalu merasa bahwa mereka tidak pandai mencari uang dan membuat kreasi seninya sendiri untuk mendapatkan perhatian banyak orang. Pada dasarnya, mereka hanya suka untuk membuat. Saya sangat mengerti mereka. Karena itu, saya memiliki ketertarikan pada pekerjaan mendukung para seniman dan membuat mereka menghasilkan sesuatu.

Saya tidak pernah berpikir foto dan gambar hasil desain saya adalah seni. Semuanya adalah alat untuk mempromosikan seni.

Di antara semua industri kreatif, industri musik adalah yang tersulit untuk mendapatkan hasil. Saya ingin merekomendasikan untuk mencoba di industri musik untuk mereka yang ingin menjadi promotor. Setelah mengalaminya, mungkin mereka akan merasakan bahwa pekerjaan lain semuanya sangat mudah.

Ketika mempromosikan Navicula, setiap hari saya menghubungi sekitar 20 tempat yang bisa saya pikirkan, di dalam dan luar Indonesia, seperti TV, radio, majalah, kafe, dan promotor acara. Saya selalu berkata, “Kami memiliki band seperti ini. Apakah Anda tertarik?” Namun, jawabannya, “Tidak,” “Tidak,” dan, “Tidak.” Kadang saya mendapat jawaban, “Oh, band ini sangat bagus!” Namun, persentasenya mungkin hanya 5%. Pada dasarnya, kami harus mengumpulkan yang 5% itu.

Saya besar di Indonesia, tetapi hanya di Bali, tempat yang spesial di Indonesia. Lalu, saya berharap untuk tinggal di Jakarta untuk beberapa waktu dan mempelajari lebih mengenai media di Indonesia, politik, dan budaya yang tersentralisasi di Jakarta. Setelah mengalami kemacetan dan polusi, saya mengerti bahwa saya tidak bisa tinggal di Jakarta. Ha-ha-ha!

Ada pengalaman menarik ketika saya tinggal di Jakarta. Saya ikut terlibat dalam film dokumenter Jalanan. Dalam mempromosikan Jalanan, saya mulai berkata, “Ini ada film yang fantastis. Ini adalah dokumenter…” Namun, produser dari perusahaan film berkata, “Film dokumenter membosankan.” Akhirnya, saya mempersilakan mereka untuk menonton filmnya dan mereka menanggapi, “Wah, film dokumenter ini sangat menarik!” Bioskop XXI memutuskan untuk menayangkan di 2 bioskop di Jakarta dan untuk 3 hari hanya di akhir pekan. Namun, mereka mendapat tanggapan yang besar. Waktu penayangan pun diperpanjang menjadi 36 hari. Film ini juga ditayangkan di beberapa bioskop selain Jakarta.

Mulai sekarang, saya mau memfokuskan aktivitas pada agrikultura. Saya ingin mulai bertani organik dan membuat kebun kopi. Suami saya, Robi, mewarisi tanah seluas 5 hektar dan membeli 1 hektar tanah lagi. Belakangan ini, banyak orang di Bali menjual kebun pertanian mereka yang awalnya diturunkan dari generasi ke generasi. Mereka memberikannya kepada pengembang. Robi berpikir, “Jika kita membeli lahan sebanyak yang mereka jual, tanah pertanian di Bali akan dipertahankan.”

Tiga kata yang dapat mengekspresikan diri saya adalah creative, sustainable, dan present. Berinteraksi dengan orang lain adalah creative. Berinteraksi dengan Bumi adalah sustainable. Sedangkan, menghadapi diri saya saat ini adalah present. NGO sekali, ‘kan?
 
 

navicula_by_riohelmiNavicula
Band rock di Bali. Pionir band indie di Indonesia. Karakteristik musiknya terpengaruh dari grunge dan punk serta lirik lagu yang mengekspresikan pesan sosial seperti perlindungan lingkungan.
 
jalanan_cast_ho-titi-boniJalanan
Film dokumenter tentang kehidupan 3 pengamen jalanan di Jakarta. Disutradarai oleh Daniel Ziv. Mendapat banyak penghargaan di festival film di luar negeri.
 
_dsf1534Lakota Moira
Lahir pada 1986 di Amerika Serikat. Saat berumur 5 tahun, pindah ke Bali bersama orangtuanya. Setelah tamat SMP di Filipina dan SMA di Amerika Serikat, ia kembali ke Bali saat berumur 18 tahun. Ibunya, Robin, adalah Ketua Yayasan Bumi Sehat, LSM yang membantu proses persalinan untuk keluarga kurang mampu di Bali dan Aceh. Robin dipilih sebagai “CNN Heroes 2011” oleh kantor berita CNN yang diputuskan melalui polling di website. Lakota bertindak sebagai manajer dan bagian promosi dari buku yang ditulis ibunya, Navicula, film dokumenter Jalanan, serta banyak lagi proyek publikasi dan musik. Suaminya adalah Gede Robi Supriyanto, pemimpin dan penyanyi dari Navicula yang juga menjadi aktivis lingkungan.

Portrait of Millennials Introduction