moko03_title

Halo, pembaca setia +62! Sudah coba Sate Kim-Tek di edisi kedua “Nothing Beats”? Bagaimana? Gawat, ‘kan, rasanya? Nah, kali ini saya mau ajak Anda untuk merasakan makanan yang empuk, manis, sedikit asin, mengenyangkan, dan legendaris. Penasaran? Yuk, kita ke Rumah Makan Asia yang berada di Jalan Kopi, dekat dengan area wisata Kota Tua.

Ketika sampai di Jalan Kopi, Anda akan melihat sebuah bangunan lama di sebelah kiri. Eksteriornya mengingatkan kita pada zaman Belanda. Di bagian depan toko, ada pintu geser berwarna cokelat kekuningan yang sudah terbuka. Pintu, kusen yang berwarna kuning, dan etalase kecil dengan char siu madu menggantung di dalamnya seakan-akan berkata, “Ayo, Moko…masuk dan makan yang banyak…” Ha-ha-ha.

moko03_DSCF7111

Awalnya, restoran ini terlihat seperti sedang tidak beroperasi. Namun, saat saya membuka pintunya yang antik, harum daging babi panggang menyerbak, menggoda selera. Saya makin lapar. Konter pemesanan berada di sebelah kiri saya tepat setelah membuka pintu. Tidak butuh waktu lama untuk memesan karena saya sudah tahu ingin pesan apa, yaitu menu satu-satunya di sini. “Nasi campur babi dan es jeruk kietna masing-masing satu, ya.” Saya memesan langsung kepada Anton, pemilik rumah makan Asia generasi ketiga. Setelah memesan, saya menuju ke meja makan. Saat itu, ada yang menarik perhatian saya, yakni lantai art deco yang masih terawat baik.

moko03_DSCF7091

Rumah makan ini sudah ada sejak 1970-an dan menjadi pionir masakan nasi campur babi di Jakarta. Banyak restoran nasi campur muncul setelah restoran ini buka. Jadi, bisa dikatakan bahwa Rumah Makan Asia adalah patokan rasa untuk sepiring nasi campur babi. Ya, restoran ini adalah juaranya!

Restoran ini berasal dari Medan, Sumatera Utara. Namanya “Asia” karena di Medan, dulu restoran ini berada di Jalan Asia. Jadi, orang-orang sering menyebutnya “Rumah Makan Asia”. Tak terasa, saat saya mendengarkan cerita Anton sambil menikmati es jeruk kietna, satu porsi nasi campur babi sudah siap di meja.

Sepiring nasi campur terdiri dari beberapa lauk yang berbentuk irisan-irisan daging. Ada sio bak, yakni daging babi panggang dengan bagian kulit yang garing dan daging berwarna putih. Lalu, lap cheong, sosis daging babi homemade yang cukup besar. Ada pula bak kwa, dendeng daging babi yang tipis dan berwarna kekuningan. Satu lagi, sekaligus menjadi bintang di atas piring saya, adalah char siu madu yang berwarna cokelat kemerahan. Bagian luarnya mengilap karena madu, sedangkan bumbu dan minyak dari daging tampak sedikit gosong karena hasil pembakaran. Menggugah, bukan? Yuk, makan!

Kalau makan nasi campur, saya lebih memilih menyantapnya satu per satu. Pertama, saya makan char siu madu legendaris yang tampak seksi karena kilauan madunya. Pilihan yang tepat! Begitu masuk mulut, madu dan dagingnya langsung meleleh. Oh! Ini gawat karena pasti saya mau tambah satu porsi lagi!
Seruput dulu sup sayur asin untuk menetralkan rasa manisnya. Saya pun menyantap sio bak yang gurih. Bagian terbaiknya adalah kulitnya yang garing. Lalu, lap cheong buatan sendiri menjadi sasaran saya. Saya pikir ini adalah lap cheong terenak. Daging dan lemaknya masih terasa saat digigit karena proses penggilingan yang tidak terlalu halus. Berikutnya, bak kwa yang tipis, sedikit berminyak, dan manis, menjadi penutup yang manis. Tunggu dulu! Ini bukan jadi penutup sajian sesungguhnya karena saya mau tambah satu porsi daging lagi!

Tidak ada aturan untuk makan nasi campur babi. Terserah Anda jika mau makan yang manis atau asin terlebih dahulu. Bahkan, tidak ada yang melarang kalau Anda mau pesan daging saja. Seperti saya, saya memesan 4 ons char siu, sio bak, lap cheong, dan bak kwa untuk camilan di rumah. Maklum, saya sedang diet karbohidrat. Jadi, hanya boleh makan daging. Ha-ha-ha.

Selain daging babi, di sini juga ada bebek panggang dan pecamke, yakni daging ayam yang dikukus. Oh, iya! Ada juga daging kuping babi, usus babi, dan bagian-bagian lain. Harga untuk sepiring nasi campur babi hanya Rp.48.000! Untuk sepiring kenikmatan yang tiada duanya, harga ini tidak jadi soal. Restoran ini buka dari 09:30 sampai 15:00. Namun, kalau hidangan sudah habis, pukul 13:00 atau 14.00 ya langsung tutup. Jadi, lebih baik datang sebelum jam makan siang. Kalau terlambat, bisa kehabisan! Nothing beats nasi campur Rumah Makan Asia!

Rumah Makan Asia
Jl. Kopi No.32 Jakarta Barat 11230
T: +62(0)21-6912186 / 6924756
Buka: 9:30 – 15:00
Harga:
1 porsi nasi campur: daging (Rp.33.000), nasi putih (Rp.6.000), sup sayur asin (Rp.6.000)
1 ons daging: Rp.55.000
 
 

#1 Bakso
#2 Kim Tek
#4 Ayam Goreng Panaitan