Apa, sih, ayam tangkap itu? Apakah kita harus menangkap dulu ayamnya sebelum dimasak? Oh, ternyata dugaan saya salah. Kita memang tidak perlu berlarian ke sana ke mari untuk menangkap sang ayam. Namun, kita tetap harus ‘memburunya’ terlebih dulu sebab ayam disajikan di bawah tumpukan daun.

Dalam berperang, penting sekali mengenal medan. Maka, sebelum mulai berburu, mari kita jelajahi dulu belantara dedaunan di atas piring. Daun-daun ini bukan sembarang daun. Tumpukan daun kari dan daun pandan menyembunyikan target kita kali ini.

Ketika sedang memandangi dedaunan itu, tiba-tiba ada bunyi “Desss…” yang cukup kencang dari arah dapur. Alangkah terkejutnya saya. Ternyata, bunyi itu berasal dari dedaunan yang digoreng menggunakan api besar. Sekitar 2-3 detik saja, daun-daun yang tadinya segar langsung berubah menjadi garing lalu diangkat dan disajikan di atas ayam. Wangi sekali!

ayamkikou01_DSCF9050
Saya mengira dedaunan itu hanya sebagai hiasan yang aromatik. Namun, saya tak kuasa menahan rasa penasaran untuk mencicipinya. Kress…! Rasanya benar-benar gurih! Alhasil, daun demi daun saya sibak dan lahap.

Dengan tangan kosong, saya mulai ‘memburu’ dan ‘menangkap’ ayam yang berada di bawah dedaunan renyah. Helai demi helai daun saya ‘sikat’ sampai akhirnya… Hap! Ayam tertangkap!

Ayam yang digunakan adalah ayam kampung. Sebelum digoreng, daging ayam dimasukkan ke kantung berisi bumbu yang telah dihaluskan lalu dibiarkan hingga bumbu meresap dengan sendirinya. Rempah-rempah ditambah sentuhan daun-daun aromatik, hmmm, terbayang, ‘kan, seperti apa kegurihannya? Satu hal yang jelas, saya tidak bisa berhenti mengunyah ‘hasil buruan’!

Untungnya, satu porsi paket Nasi Ayam Tangkap berisi empat potong ayam. Jadi, puas sekali menyantapnya sendirian. Ada pula sayur ubi tumbuk sebagai pendamping. Di sebelahnya, ada sambal kecombrang yang pedasnya menggigit sebab dibuat dari tujuh buah cabai rawit. Tak terasa hasil tangkapan pun ludes. Perburuan telah berakhir. Namun, rasanya saya belum puas. Saya pasti akan kembali untuk berburu ayam tangkap di sini.

Harga: Rp 46.000 (1 paket Nasi Ayam Tangkap berisi nasi putih, 4 potong ayam, sayur ubi tumbuk, dan sambal)

01DSCF9088Atjeh Rayeuk
Berjalan sudah hampir tiga tahun, tempat ini menonjolkan Ayam Tangkap dan Bebek Tangkap sebagai andalan. Dalam sehari, bisa 100 porsi Ayam Tangkap habis, baik disantap di tempat maupun dipesan lewat GO-FOOD (fitur pemesanan makanan dari GO-JEK). Tempat ini berupa halaman depan sebuah rumah yang ditata menjadi tempat makan. Ada pepohonan di sekeliling. Jadi, suasananya teduh dan nyaman. Di dekat pintu masuk, ada tanaman pohon kari. Jadi, pengunjung yang penasaran seperti apa daun kari bisa melihat langsung dan merasakan sendiri aromanya.
Alamat: Jl. Ciranjang No.38, Senopati
Tel: +62(0)856-7700-892 / +62(0)21-2751-0464
Buka: Senin-Minggu (11:00-21:00)
Tutup: Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru
Cabang: Kedai 45 (belakang Gedung Nestle), Jl. Kebagusan 1 No.45
Smoking area karena tempatnya outdoor