Setiap malam, Anda pasti sering melihat tenda makan pecel ayam di pinggir jalan-jalan Jakarta. Namun, sesungguhnya, masakan yang benar-benar khas Jakarta adalah ayam pecak. Mirip, sih, namanya, tetapi penampakan dan rasanya berbeda.

Berbeda dengan pecel ayam, ayam pecak lebih sering disantap saat siang. Satu tempat yang selalu ramai dikunjungi penyuka masakan pecak adalah Warung Betawi H. Munayar. Suatu siang, saya coba ke sana. Letaknya tak jauh dari Pejaten Village.

Saat itu jam makan siang belum tiba, tetapi tempat ini sudah dipadati pengunjung. Tidak pikir panjang, saya langsung memesan ayam pecak yang konon kabarnya ini adalah jagoan dari tanah Betawi.

Mata saya membelalak ketika melihat satu porsi ayam pecak sudah ‘menghadang’ di depan. Jujur, saya merasa terintimidasi oleh warna merah menyala pada kuah. Potongan-potongan kulit cabai pun menyebar bersama irisan-irisan bawang, mendominasi daging ayam yang sebelumnya dipenyet dan digoreng.

Nyali saya ciut karena saya lemah dengan pedas. Namun, saya harus berani. Amunisi berupa segelas es teh sudah sedia. Ada pula seperangkat lengkap lalapan yang melimpah. Ada timun, daun kemangi, dan daun selada yang siap mendamaikan rasa panas di mulut. Ternyata, saya bersikap berlebihan. Ayam pecak di sini dibuat tidak terlalu pedas. Menurut cerita seorang staf, dari cabai-cabai yang dipakai, ternyata kebanyakan bijinya sudah dibuang terlebih dulu supaya tak terlalu pedas, tetapi tetap merah menantang.

Apabila Anda kecewa karena pedasnya “segitu saja”, tenang dulu. Di setiap meja ada sambal terasi buatan sendiri yang bukan hanya gertak sambal. Pedasnya cukup nendang meskipun hanya sesendok kecil. Akhirnya, amunisi yang telah disiapkan tadi tak makan gaji buta.

Biasanya, hidangan ayam pecak menggunakan ayam bakar. Namun, rumah makan sederhana ini menggunakan ayam goreng supaya penyajiannya lebih cepat. Sebelum digoreng, ayam sebelumnya dimarinade dulu. Hasilnya, bumbu terasa hingga ke bagian daging paling dalam. Gurihnya tidak habis-habis!

Harga: Rp.34.000 (tidak termasuk nasi putih)
 
 
04DSCF9233Warung Betawi H. Muhayar
Rumah makan ini telah hadir selama 40 tahun tanpa pernah sekali pun berubah lokasi. Anak-anak H. Muhayar kini turun tangan langsung untuk menjalankan bisnis ayahnya yang sudah meninggal. Tidak ada cabang lain. hanya ada satu Warung Betawi H. Muhayar. Masakan pecak di rumah makan ini adalah andalan sekaligus favorit. Selain pecak ayam, ada juga pecak ikan gurame.
Alamat: Jl. Taman Margasatwa No.18, Pasar Minggu
T: +62(0)21-781-3948
Buka: Senin-Minggu (08:00-20:00)
Tutup: Hari Raya Idul Fitri