Harajuku for Grannies
Sugamo

Hanya butuh waktu 5 menit dari stasiun Sugamo di jalur JR Yamanote, Anda bisa mendapatkan sensasi yang berbeda dengan kunjungan Anda ke Tokyo. Tempat ini tidak sepopuler Harajuku yang dipenuhi anak muda berpakaian ‘nyentrik’, tapi di sini terkenal dengan sebutan “Harajuku for Grannies”. 

Ketika keluar dari stasiun Sugamo, banyak warga Jepang usia lanjut berpakaian modis yang berjalan-jalan di sekitar kawasan ini. Mungkin tujuannya sama, yaitu mau berbelanja di Jizo-dori. Kawasan perbelanjaan sepanjang 800m yang menjual berbagai macam barang dari makanan hingga pakaian. 

Gerbang masuk Jizo-dori

Di sepanjang jalan dipenuhi pertokoan. Tapi ada satu toko yang tidak biasa, yakni toko pakaian dalam khusus berwarna merah. Ya, semuanya warna merah, dari pakaian dalam yang biasa sampai yang seksi ada di sini. Namanya toko Maruji. Kenapa semua merah? Konon warna merah dipercaya bisa melancarkan aliran darah dan memberi kekuatan pada tubuh agar tetap prima. Cocok untuk kaum usia lanjut. Tapi anak muda boleh juga membelinya, kok..

Tempat ini juga memiliki kuil yang terkenal untuk meminta kesembuhan. Kuil Koganji ini memiliki sebuah patung bernama Arai Kannon yang dipercaya dapat memberikan kesembuhan berbagai penyakit. Caranya adalah memandikan patung kebagian tubuh yang dikeluhkan. Basuhlah kaki patung jika kaki Anda sakit, dan lain sebagainya. Banyak orang mengantri untuk dapat memandikan patung ini. Masih di pelataran kuil, banyak kios yang menjual berbagai pernak-pernik berdoa dan lucky charm berbagai bentuk dan warna. Berjalan menyusuri Jizo-dari sangatlah menyenangkan. Anda bisa mengicipi berbagai makanan yang dijual secara gratis dengan keramahan sang penjual, pasti Anda akan membelinya juga pada akhirnya. Ada pula daifuku, makanan manis yang terbuat dari tepung beras, dan lain sebagainya. Banyak hal yang tidak bisa Anda temukan di daerah Tokyo lainnya. Udara yang sejuk di musim gugur, tidak ada bisingnya suara mobil ataupun motor membuat tempat ini damai.  Peta Sugamo

JKT Emergency Exit

Pagi ini mungkin bukan pagi pertama dalam sejarah kerusakan sistem perkeretaapian. Commuter Line yang menghubungkan JABODETABEK, pagi ini Selasa (3/10) berhenti beroperasi karena kendala teknis pada pukul 7:40 WIB. “Kereta jurusan Jakarta Kota sampai saat ini belum dapat diberangkatkan” suara dari pengeras suara di Stasiun Pasar Minggu terus dikumandangkan. Penumpang pun resah. Jam masuk kantor pun sudah terlambat. Jadwal hari ini berantakan sudah.

Penumpang berhamburan keluar. Memutar otak untuk mencari transportasi lainnya.

Kedekatan warga Jakarta dengan moda tranportasi online menjadi pilihan nomer wahid untuk menerjang kemacetan Jakarta di pagi hari. Namun, sayang, aplikasi pun tak mampu menampung permintaan yang menggunung. Aplikasi error. Masih adakah jalan keluar lain? Jawabnya, ada. Warga Jakarta masih punya Transjakarta. Kita masih bisa bernapas.

Di luar panas. Di dalam dingin.

Bus pengumpan Transjakarta menjadi transportasi alternatif yang nyaman dan murah. Rute Pasar Minggu, Pancoran, Semanggi, Sudirman, sampai Tanah Abang. Membantu para penumpang untuk mencapai stasiun Transjakarta yang terdekat. Berdiri sebentar, tidak jadi soal. Bus ini melalui jalan khusus Transjakarta. Kita dapat lebih cepat sampai tujuan dan dapat mengurangi kemacetan Jakarta, walau sedikit.

Emergency Exit untuk kemacetan Jakarta

 

Jauh-Dekat Rp. 3.500. Pembayaran bisa menggunakan E-Money Mandiri atau uang tunai. Ya, kini Jakarta sedang menedukasi warganya menggunakan uang elektronik.

Jadi, inilah Emergency Exit dari kemacetan Jakarta. Transportasi Publik. Ini merupakan salah satu jalan keluar, tapi tentu saja pemerintah Jakarta harus terus bebenah diri untuk menyajikan pelayanan terbaik bagi warganya. Semoga tragedi kereta anjlok yang menyebabkan kereta berhenti total pagi ini tidak terjadi lagi. 

Hari Batik Nasional

Selamat hari batik nasional, kawan!
Hari ini plus62 berkunjung ke kantor penyedia jasa layanan komunikasi di Indonesia. Hari batik di kantor, jadi seru kalau foto-foto juga!

Sekarang foto sendiri-sendiri. Karena sekarang ragam dan model batik semakin menarik ya..

Fransiska Rini E (38)
Batik Pekalongan
Harga Rp.250.000


Hardi Tanuwijaya
Batik tulis Cirebon
Harga Rp.1.500.000


Loqitezwara F.Deldnanda (29)
Batik tiedie cap Pekalongan
Harga : Rp. 300.000


Alvin Toh (38)
Batik lawasan Cirebon
Rp.500.000

Siti Elisa Santy (38)
Blazer Batik Pekalongan
Rp. 650.000